Info Kesehatan







Khasiat Bawang Putih
Written by Super User
Published: 10 July 2013
Hits: 202
Dr. Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang menyatakan bahwa kemampuan bawang putih menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan pada hewan percobaan sangat mengesankan. Hal itu memang tidak berarti bahwa bawang putih mampu memulihkan masa muda atau sama sekali menghambat proses penuaan. Tetapi setidaknya manfaat bawang putih membantu menghambat proses penuaan.
Di samping itu, menurut penelitian Memorial Sloan Kettering Cancer Center, bahan kimia SAMC yang terdapat pada bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.
Kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi pertanda proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah.
Dr. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis menduga, bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi. Tentunya dengan efek yang lebih lembut. Ia menemukan bahwa bawang putih bermanfaat untuk membantu melepaskan serotonin, yakni bahan kimia yang terlibat dalam pengaturan serangkaian luas suasana hati dan tingkah laku termasuk kecemasan, murung, rasa sakit, agresi, stress, kurang tidur dan ingatan. Kadar serotonin yang tinggi dalam otak cenderung berfungsi sebagai obat penenang yang menentramkan Anda, memudahkan tidur, dan meringankan kemurungan. Bawang putih menolong menormalkan sistem serotonin tersebut.
Manfaat Bunga Rosella
Written by Super User
Published: 10 July 2013
Hits: 165
Mayoritas orang jelas tahu manfaat bunga Rosella, minimal dari maraknya pemasaran teh herbal yang beredar di pasaran. Teh bunga Rosella dikenal dengan rasanya yang asam dan menyegarkan. Bunganya merupakan bunga tunggal dan memiliki sekitar 8-11 helai kelopak dengan panjang sekitar 1 cm dan berwarna merah. Kelopak bunga Rosella banyak dimanfaatkan oleh mayoritas masyarakat untuk bahan minuman kesehatan.
Sebenarnya, seluruh bagian tanaman ini memiliki manfaatnya tersendiri mulai dari kelopak bunga, buah, sampai daunnya. Selain bisa dimanfaatkan untuk membuat teh, puding, salad, dan sirup dengan rasa yang menyegarkan, bunga Rosella juga sangat ampuh untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti kanker dan hipertensi.
Beberapa zat gizi yang terkandung di dalam bunga Rosella meliputi protrin, riboflavia, niasin, dan juga zat besi dalam kadar yang cukup tinggi. Bahkan, kandungan zat besinya mencapai 8,89 mg/100 gramnya.
Selain itu, bunga Rosella juga mengandung vitamin C, vitamin A, dan juga belasan jenis asam amino yang sangat diperlukan tubuh. Misalnya, kandungan arginin yang berfungsi untuk meremajakan sel.
Rosella juga mengandung kalsium, protein, dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Makanya, dengan mengonsumsi Rosella secara konsisten, kebutuhan tubuh akan zat besi dapat terpenuhi sehingga proses pembentukan hemoglobin dapat berlangsung secara normal.
Seiring dengan banyaknya orang yang mengonsumsi Rosella secara tradisional, terutama untuk alasan kesehatan, maka semakin tinggi rasa penasaran para ilmuwan untuk meneliti kandungan dan khasiat di dalam tanaman ini. 
Misalnya, penelitian atas tanaman Rosella dilakukan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di tahun 2006 silam, yang mengungkapkan bahwa tanaman Rosella memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dengan jumlahnya yang mencapai 1,7 mmol/ prolox.
Untuk mendapatkan jumlah antioksidan sebanyak itu, hanya dibutuhkan 3 kuntum Rosella yang dikeringkan, dengan berat sekitar 1,5 gram saja.
Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, konsumsi Rosella secara rutin tentu dapat membuat radikal bebas yang merusak bagian inti sel bisa disingkirkan.
Itulah yang menyebabkan tanaman Rosella ini memiliki khasiat antikanker. Kandungan yang paling bermanfaat ialah antosianin yang berperan dalam menghindarkan kerusakan sel dari bahaya sinar ultraviolet berlebihan.
Sama halnya dengan hasil penelitian ilmuwan IPB, hasil serupa juga diperoleh oleh John McIntosh dari Selandia Baru, yang meneliti tanaman Rosella dengan cara mengekstraknya pada suhu 50 derajat selama lebih kurang 36 jam.
Kemudian, 3 gram Rosella yang sudah kering tersebut, diencerkan di dalam air sebanyak 300 ml. Lalu, larutan tersebut dimasukkan dalam tabung spektrofotometer.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Rosella memang mengandung antosianin sebanyak 51 presen dan antioksidan sebanyak 24%.
Hasil temuan tersebut kemudian digunakan oleh Yun-Ching Chang dari Taiwan untuk menguji seberapa besar efektifitas Rosella dalam menghambat aktifitas leukemia atau kanker darah.
Hasilnya, pigmen alami tanaman Rosella bukan hanya dapat menghambat pergerakan kanker, namun juga dapat mematikannya. Dosis normal yang diberikan ialah 4 mg/ml Rosella.
Selain untuk kanker, Rosella juga berperan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (antihipertensi). Penelitian yang dilakukan oleh Haji Tarkhani dan Haji Faraji dari Iran menyebutkan bahwa Rosella memiliki sifat hipotensif atau anti-hipertensi.
Pengujian tersebut pernah dilakukan pada sebanyak 54 orang penderita hipertensi yang diberikan secangkir teh Rosella. Hasilnya, setelah 12 hari mengonsumsi teh Rosella tersebut, nilai sistolik dan diastolik para peserta menurun signifikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar